Tag: Calcutta

Kisah Inspiratif Mother TheresaKisah Inspiratif Mother Theresa

Kisah Inspiratif Mother Theresa

Mother Teresa (1910-1997) adalah seorang biarawati Khatolik Roma. Dia memulai pelayanannya di India sebagai guru. Namun kemiskinan yang memprihatinkan di seluruh Calcutta meninggalkan kesan mendalam padanya.Mulailah ia mendirikan ordo Utusan-Utusan Pembawa Kasih, dan mulai merawat mereka yang sakit dan kelaparan dan yang kadang bermain judi diselingi permainan judi bola sbobet yang mereka lakukan.

Seorang pria sakit luka, dan lalat-lalat udah bertelur di lukanya. Satu berasal dari kakinya dimakan oleh belatung, larva lalat-lalat. Pemandangan itu begitu menjijikan. Baunya membawa dampak orang mual. Wajah Mother Teresa pucat sementara dia menarik nampak larva putih yang terayun-ayun.

Dia wajib mengeluarkan seluruh belatung itu, lantas membalut luka dan mensterilkannya. Dia mengingatkan diri sendiri bahwa mendukung orang itu serupa saja mendukung Yesus. Saat pria itu dibersihkan dan diperban, Mother Teresa bicara terhadap suster-suster pemulanya, “Bila saya tidak percaya bersama segenap hati dan jiwa bahwa tubuh orang ini adalah tubuh Yesus, saya tidak bakal tahan barang sejenak.”

Sejarah Dan Kisah Inspirasi Mother Teresa

Kisah Inspiratif Mother Theresa

Suatu hari sementara berlangsung tidak jauh berasal dari Creek Lane, Mother Teresa menyaksikan seorang pria berbaring di sisi jalur terlalu dekat bersama Rumah Sakit Campbell. Denyut nadinya terlalu pelan. “Pria malang ini nyaris meninggal,” kata Mother Teresa. “Ayo kita bawa dia ke tempat tinggal sakit.” “Kami tidak bisa memberi tempat untuknya,” kata penjaga tempat tinggal sakit bersama langkah yang tidak jelas. Mother Teresa bergegas melacak obat. Saat dia kembali, pria itu udah meninggal. Dia bergegas menghampiri seorang komisaris polisi untuk menyampaikan kekesalannya.

Dalam usianya yang ke-17 tahun, tepatnya tahun 1928 ia masuk ke Biara Loreto di Irlandia dan jadi biarawati di sana. Kisah perjalanannya terhadap cerita kehidupan para misionaris dan service mereka di Benggala.

Ia menentukan jadi biarawati ketika keyakinannya tambah kuat yang diperolehnya sementara berdoa di Kuil Madonna Hitam, di Letnice. Pada tanggal 28 November 1928 ia lantas bergabung bersama Institute of The Virgin Mary, atau yang dikenal bersama Sister of Loretto, sebuah komunitas yang tenar bersama pelayanannya di India.

Pada tahun 1931, Teresa mengajar di sebuah sekolah terutama anak-anak perempuan, St. Mary’s High School, di Kalkuta, India. Kebanyakan siswa di sekolah ini adalah anak perempuan Bengali yang beragama Hindu. Sekolah ini berpusat di Irlandia dan dikelola oleh Kesusteran Loretto. Di sekolah inilah, ia sempat menjabat sebagai kepala sekolah, tepatnya terhadap tahun 1944.

Bunda Teresa berkarya di seluruh India serta menjadi cerita inspirasi yang dikenal dunia dan sejak itu namanya mulai dikenal. Seorang jurnalis penganut agnostik Malcom Muggeridge membawa dampak film perihal kepedulian Bunda Teresa tahun 1970. Film itu menarik perhatian dunia Barat.

“Kata-kata tidak bisa perlihatkan perihal betapa saya berterimakasih padanya,” kata Muggerige yang lantas mengimani Katolik. Bunda Teresa merupakan pendukung kehidupan. Ia tegas menampik aborsi dan kontrasepsi. Ia menegaskan di hadapan satu konferensi di Oxford tahun 1988 bahwa perempuan yang mendukung aborsi atau kontrasepsi tidak pantas mengadopsi anak. “Perempuan layaknya itu tidak mempunyai cinta kasih,” tegas Bunda Teresa.

Cerita Inspirasi