Edward Anthony Jenner, Bapak Imunologi

Beliau juga dikenal menjadi “Bapak Imunologi”, Edward Anthony Jenner merupakan seseorang ilmuwan Inggris serta populer menggunakan inovasi vaksin cacar. Ini merupakan vaksin pertama yang berhasil dikembangkan serta permanen sebagai satu-satunya pengobatan pencegahan yang efektif buat penyakit cacar yang fatal. Penemuannya ialah terobosan medis yang sangat besar serta telah menyelamatkan banyak nyawa.

Pada tahun 1980, Organisasi Kesehatan dunia menyatakan cacar sebagai penyakit yang dihilangkan. Edward Jenner lahir di 17 Mei 1749, di Berkely, Gloucestershire, Inggris. Ayahnya (yang tewas saat Edward baru berusia lima tahun) adalah seseorang pengkhotbah paroki. beliau menerima pelatihannya pada Chipping Sodbury, Gloucestershire selama tujuh tahun sebagai magang buat Daniel Ludlow (seseorang ahli bedah).

Selama pelatihannya, hal menarik terjadi yg menyebabkan penemuannya yang populer di tahun-tahun berikutnya. dia mendengar seorang gadis mengatakan bahwa beliau tidak mampu mendapatkan penyakit cacar yg ditakuti karena beliau sudah memiliki slot terbaik penyakit lain yang dikenal sebagai cacar sapi. Hal ini membangkitkan cita-cita dalam diri Jenner buat melakukan penelitian atas informasi tersebut.

Edward Anthony Jenner, Bapak Imunologi

Menjadi seorang anak, Jenner merupakan seorang pengamat alam yang tajam serta pada tahun 1770 selesainya merampungkan tujuh tahun pelatihan ahli bedah di Gloucestershire, ia pergi ke tempat tinggal Sakit St George, London buat belajar anatomi serta bedah di bawah pakar bedah terkenal John Hunter. selesainya menuntaskan studinya, beliau kembali ke Berkeley buat mendirikan praktik medis pada mana ia tinggal sampai kematiannya.

Jenner serta yg lainnya membuat serikat medis pada Rodborough, Gloucestershire, dengan tujuan membaca makalah perihal mata pelajaran medis serta makan bersama. dia jua menerbitkan makalah yang berguna ihwal angina. Jenner bekerja pada masyarakat pedesaan di mana sebagian akbar pasiennya adalah petani atau bekerja di peternakan dengan ternak. pada abad ke-18 Cacar disebut menjadi penyakit patogen insan yang paling mematikan serta persisten.

Pencegahan penyakit cacar, melalui inokulasi merupakan ‘pengobatan’ utama dengan metode yg berhasil dilakukan sang pakar fisiologi Belanda, Jan Ingenhaus dan dibawa ke Inggris di tahun 1721 sang Lady Mary Wortly Montague, istri Duta besar Inggris buat Turki. Metode ini terkenal di negara-negara timur, serta melibatkan menggaruk pembuluh darah orang yg sehat serta menekan sejumlah mungil materi, diambil dari pustula cacar berasal seseorang menggunakan serangan ringan, ke dalam luka.

Risiko pengobatannya merupakan pasien tak jarang terserang penyakit penuh, menggunakan dampak fatal. pada tahun 1788 gelombang cacar melanda Gloucestershire serta selama wabah ini Jenner mengamati bahwa pasiennya yang bekerja dengan ternak serta sudah berhubungan menggunakan penyakit yg jauh lebih ringan, cacar sapi, tidak pernah terkena cacar. Jenner membutuhkan cara buat memberikan bahwa teorinya sahih-sahih berhasil.

Pada tahun 1796 Jenner melakukan percobaan di galat satu pasien mudanya, James Phipps, seorang anak laki-laki berusia delapan tahun. sesudah menghasilkan 2 luka di lengan James, Jenner mengolesi mereka menggunakan sedikit kotoran cacar sapi. Meskipun reaksi anak laki-laki itu normal, yaitu demam ringan, setelah beberapa hari, dia segera pada keadaan sehat. saat, beberapa minggu kemudian Jenner mengulangi vaksinasi, menggunakan materi cacar, anak itu permanen sehat. Ini merupakan bagaimana pengobatan vaksinasi Jenner lahir, dinamai nama medis buat cacar sapi, vaccinia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.